Portofolio Pribadi 05

Prinsip Dasar Pembelajaran PTK


Pendidikan dapat dipandang sebagai usaha pemberian informasi dan keterampilan, dapat diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga pola hidup pribadi dan sosial memuaskan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap diri individu serta kebudayaan suatu masyarakat.

Menurut Dictionary of Education, Pendidikan adalah:

1. Proses yang dialami seseorang dalam mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana ia hidup.

2. Proses sosial di mana seseorang terpengaruh oleh lingkungan yang terpilih dan terkontrol, khususnya yang datang dari sekolah, sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan individu yang optimum.

Pendidikan diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan kodrat zaman dan alam, Khususnya di Indonesia sebagai Negara yang berkembang, sektor pendidikan merupakan sektor yang penting untuk menunjang SDM yang berkarakter dan berkompeten di bidangnya. Pasca pandemi yang melanda Indonesia selama kurang lebih tiga tahun membuat berbagai komponen kehidupan mengalami penurunan, salah satunya di aspek Pendidikan, Indonesia harus segera merespon itu dengan cepat dan memiliki strategi yang terukur dan akurat untuk memulihkan kembali keadaan.

Program yang sedang dijalankan oleh Kementrian Penidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu menciptakan kurikulum merdeka yang di dalamanya terdapat program-program yang telah di rancang. Dalam kurikulum merdeka pembelajaran berpihak kepada murid dan berpusat kepada murid dengan menambahkan mata pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memberikan penguatan-penguatan terkait pembentukan karakter siswa.

Kurikulum merdeka dapat ditransformasikan dengan vokasi, khususnya untuk menambah keterampilan murid dan menyediakan SDM yang dapat diterima oleh DUDI. Berikut ini video yang menjelaskan tranformasi pendidikan dengan vokasi melalui merdeka belajar.



Pendidikan umum didefinisikan sebagai pendidikan dalam rangka membekali peserta didik di dalam mendapatkan pengetahuan yang bersifat umum untuk kehidupan manusia. Sedangkan pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai pendidikan khusus yang memberikan pengalaman langsung pada peserta didik, terutama bagi yang berminat dalam hal berbagai bidang khusus atau pada bidang kejuruan.

Pendidikan kejuruan atau vocational education dan pendidikan umum atau practical arts education, sering juga disebut “special education” (pendidikan khusus) dan “general education” (pendidikan umum), keduanya sangat penting dalam penyediaan tenaga kerja.

Prinsip pendidikan kejuruan didefinisikan sebagai generalisasi untuk menyiapkan dan pelayanan arahan untuk program dan konstruksi kurikulum, evaluasi, seleksi praktik instruksional, dan kebijakan pembangunan.

Dengan kata lain: para praktisi pendidikan kejuruan dapat merencanakan/membuat program dan kurikulum pendidikan, evaluasi, dan proses pembelajaran maupun kebijaksanaan lain yang dikembangkan berdasarkan kepentingan dan perkembangan zaman atau IPTEK.

Prinsip pendidikan kejuruan menurut Barlow (1974):

1.    Dikembangkan dan diselenggarakan untuk warganegara,

2.    disediakan melalui pendidikan secara umum,

3.    variabel pendidikan kejuruan dibuat untuk semua,

4.    integrasi teori dan praktek di dalam pendidikan kejuruan,

5.    melibatkan pemberi kerja di dalam program kejuruan,

6.    melibatkan pemerintah secara umum di dalam pendidikan kejuruan, khususnya dalam penetapan standard yang diinginkan dan pemerintah menyediakan dana untuk program, dan

7.    menyediakan penguasaan belajar (mastery learning) dan instruksi secara individual.

Perkembangan teknologi belakangan ini semakin maju dan dapat memberikan pemenuhan kebutuhan manusia, pendidikan harus mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan teknologi untuk menunjang kegiatan pendidikan, sehingga lulusan atau output pendidikan mampu bersaing dan sesuai dengan permintaan dunia usaha dan dunia industri.

Dari prinsip-prinsip diatas dapat disesuaikan dengan tantangan pendidikan saat ini, khususnya Pendidikan Kejuruan (vocational education), yaitu:

1. Pemerintah menyusun kurikulum yang terintegrasi dengan DUDI, dalam perencanaan dan penyusunan kurikulum melibatkan DUDI. Aspek yang perlu dikembangkan dalam satuan pendidikan dapat berupa sikap (karakter pesera didik), pengembangan bakat peserta didik, mata pelajaran (intrakulikuler dan atau cokurikuler), mata pelajaran keahlian/kejuruan, pendidikan sistem ganda (dapat melalui kegiatan prakerin), uji kompetensi peserta didik, pendidikan pelatihan kerja dan budaya kerja untuk peserta didik, pelatihan mental dan fisik peserta didik dan stratgi pembelajaran.

2.  Satuan Pendidikan merancang kurikulum operasioal satuan pendidikan, yang dapat mencakup seluruh kegiatan yang ada di satuan pendidikan.

3.   Sistem pembelajaran satuan pendidikan dirancang untuk menciptakan kebiasaan atau kebudayaan positif untuk membentuk karakter peserta didik.

4. Pembelajaran materi pelajaran direncanakan dengan sebaik-baiknya dan pemilihan metode pembelajaran menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran, peserta didik akan semakin semangat dan termotivasi dalam proses pembelajaran.

5. Peserta didik dibekali magang kerja dalam proses prakerin untuk menambah wawasan dan pengalaman peserta didik.

6.    Peserta didik difasilitasi uji kompetensi dari pihak terkait, seperti : DUDI dan LSP.

7. Peserta didik memperoleh materi bimbingan karir, dimana materi ini mencakup dengan pembuatan surat lamaran, CV, latihan soal test kerja dan atitude di lingkungan kerja.

8.  Adanya sistem aplikasi yang terintegrasi dari pemerintah, dengan menyajikan data siswa yang siap bekerja dengan profil kompetensi yang disandang siswa, sehingga DUDI dapat dengan mudah memilih calon tenaga kerjanya melalui sistem aplikasi tersebut.

9.  Sistem aplikasi diatas sangat dibutuhkan sekali untuk output pendidikan vokasi, dapat digunakan untuk melihat potensi lulusan vokasi dan memperoleh data yang valid terkait data siswa SMK yang dapat diserap oleh DUDI.

Untuk menambah wawasan kita terkait link and match pada pendidikan vokasi, kami cantumkan video sebagai berikut :


Penyelenggara pendidikan kejuruan belakangan ini terus melakukan trobosan-trobosan dengan melakukan kerjasama dengan beberapa negara untuk membantu mengambangkan pendidikan vokasi di Indonesia, berikut ini kami cantumkan video untuk menambah pengetahun tentang trobosan pemerintah pada pendidikan vokasi :



Ada yang perlu dibenahi dalam pendidikan vokasi diantaranya:

1.  Komunikasi dan kolaborasi antara penyelenggara pendidikan vokasi dengan DUDI serta satuan pendidikan, dirancang dengan jelas, diperlukannya agenda yang matang sehingga pihak-pihak terkait dapat memiliki satu visi dan misi.

2. Penyelenggara pendidikan melakukan pemetaan dengan tepet terkait satuan pendidikan yang memerlukan perhatian terkait outputnya, perhatian tersebut difokuskan kepada satuan pendidikan yang memiliki outputnya yang rendah dan melakukan pembenahan kepada satuan pendidikan tersebut. Dengan kegiatan tersebut dapat menjaga mutu dari satuan pendidikan dan pemerataan mutu pada setiap satuan pendidikan.

3. Penyelenggara pendidikan merancang aplikasi untuk melakukan kontroling dan pengawasan terhadap satuan pendidikan kejuruan, dalam rangka menyiapkan peserta didik yang siap kerja. Seperti yang sudah dijelaskan pada point diatas (8 dan 9).