Portofolio Pribadi 04

Landasan Filosofi PTK


Implementasi dalil Charles Prosser ke-2 dan ke-16  pada pendidikan vokasi di Indonesia?
Charles Prosser hidup antara 1871 sampai dengan 1952. Menurut pandangan Prosser, ilmu pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari satu bidang pembelajaran ke bidang pembelajaran yang lain, dan pembelajaran akan efektif jika dilaksanakan secara khusus dan langsung pada permasalahannya. Prosser membedakan pendidikan menengah umum dengan pendidikan menengah kejuruan. Prosser memperkenalkan sekolah untuk bekerja, dimana siswa dibawa untuk mempelajari latihan dan proyek seperti kondisi kerja yang nyata di industri. Prosser terkenal dengan 16 teori dalam pendidikan kejuruannya.

Dari 16 teori dalam pendidikan kejuruan menurut Charles Prosser, kami bahas terkait implementasinya pada pendidikan vokasi pada point ke 2 dan 16, yaitu :

1.  Teori ke-2, Pendidikan kejuruan yang efektif hanya dapat diberikan dimana tugas-tugas latihan dilakukan dengan cara, alat dan mesin yang sama seperti yang ditetapkan di tempat kerja. Teori ini dapat di implementasikan pada pendidikan sekolah kejuruan berupa:

a.  Diawali dengan proses perencanaan kurikulum sekolah yang memiliki integrasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah memfasilitasi kegiatan penyelarasan kurikulum sekolah dengan DUDI dimana item yang dikembangkan di dalam kurilulum berupa etos kerja, pemanfaatan teknologi dan kebudayaan kerja.

b. Satuan pendidikan merencanakan kegiatan dari awal hingga akhir pendidikan di sekolah bagi siswa, beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah yaitu:

1)  Pembelajaran dengan sistem blok yaitu mata pelajaran praktik/konsentrasi keahlian menjadi fokus pada sekolah berbasis kejuruan, sekolah harus mampu memberikan porsi dalam pembelajaran praktik kepada siswa, dengan harapan keterampilan siswa dapat mampu berkembang sesuai dengan sasaran DUDI bahkan mampu berinovasi. Selain pelajaran praktik sekolah menentukan porsi untuk pelajaran yang bersifat umum atau normatif/adaptif dimana pelajaran ini memiliki teori yang lebih banyak.

2) Dari point satu diatas, sekolah diharapkan mampu mengkombinasikan beberapa mata pelajaran menjadi satu kegiatan pembelajaran dengan harapan mampu menambah pemahaman kepada siswa bahwa adanya konektifitas atau hubungan antar mata pelajaran, sehingga siswa memperoleh pemahaman dan keterampilan yang lebih komlek.

3) Satuan pendidikan harus mampu mengembangkan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik dapat melihat dan belajar dari lingkungan sekitar atau lingkungan hidup sebagai media memperoleh informasi dan dapat di integrasikan dalam mata pelajaran. Peserta didik dalam kegiatan ini dapat memperoleh berfikir secara kritis, mandiri dan mempu membbuat keputusan yang bertanggung jawab.

4) Satuan pendidikan merencanakan program sistem pendidikan ganda yang biasa kita kenal dengan PKL atau Prakerin, dengan program ini siswa dapat memperoleh pengalaman yang ada di DUDI, dalam peleksanaan program ini sekolah memantau perkembangan siswa dan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya.

5) Satuan pendidikan merencanakan workshop kerja, dalam kegiatan ini sekolah dibantu oleh program pemerintah untuk mendatangkan DUDI ke sekolah untuk menyelenggarakan workshop kerja, dalam kegiatan ini siswa dapat memperoleh simulai penggunakaan teknologi dan budaya kerja. Sehingga siswa merasa percaya diri nantinya setelah lulus sekolah untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

6) Satuan pendidikan menyelenggarakan uji sertifikasi kompetensi kepada siswa, untuk menambah keterampilan siswa dan memiliki sertifikat kompetensi yang akan menjadi bekal untuk siswa dalam mencari pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh siswa.

c. Satuan pendidikan menyediakan fasilitas belajar siswa yang seusai dengan perkembangan teknologi, dalam hal ini sekolah dibantu oleh pemerintah dan oleh DUDI, sarana dan prasarana sekolah sangat penting dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki siswa. Dengan kualitas sarana yang dimiliki akan menambah motivasi siswa untuk menyelurakan minat dan bakatnya.

d. Satuan Pendidikan memfasilitasi sumber daya manusia yang ada di sekolah yaitu guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat menambah kemampuan dan keterampilan dalam pembelajaran di kelas sebagai pemimpin pembelajaran.

e.   Untuk menambah pengetahuan terkait pendidikan vokasi di sertakan video yang kami dapat dari cahnnel youtube.


 

Teori ke-16, Pendidikan kejuruan memerlukan biaya tertentu dan jika tidak terpenuhi maka pendidikan kejuruan tidak boleh dipaksakan beroperasi. Terkait teori ke-16 ini memerlukan ketegasan dan komitemen dari sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pemerintah harus mampu menyaring dan menyeleksi terhadap pendirian sekolah baru. Sehingga pemerintah dapat dengan mudah mengontrol keberadaan sekolah, baik lokasi maupun tingkat mutu sekolah yang ada. Pemerinta harus mampu secara konsisten melaksanakan bimbingan terhadap sekolah kejuran agar menjaga kualitas dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.


Teori belajar behaviorisme, kognitivisme dan kostruktivisme menjadi teori yang tepat pada pendidikan vokasi!

Dalam Pendidikan vokasi atau terkadang disebut juga sebagai pendidikan kejuruan merupakan salah satu strategi penting dari dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini karena sebagai bangsa yang masih banyak menjalani pergantian nafkah masyarakat dari agrikultur ke dunia industri,  kita membutuhkan banyak tenaga yang terampil dan siap mengarungi dunia kerja. Pendidikan vokasi, atau pendidikan yang tertarget pada keterampilan, kecakapan, dan sikap dunia usaha menjadi penopangnya.

Satuan pendidikan harus merespon dengan baik terkait pendidikan vokasi untuk menghasilkan siswa yang terampil dan siap menghadapi dunia kerja, khususnya untuk satuan pendidikan berbasis kejuruan.

Keterkaitannya teori pendidikan behaviorisme pada pendidikan vokasi yaitu siswa memperoleh pembelajaran yang dapat melatih perubahan prilaku siswa ke arah yang positif, hal ini sekolah mempu membuat sebuah kebudayaan yang positif atau baik dan dilaksanakan secara konsisten, sehingga menjadi kebiasaan siswa untuk melaksanakanya. Dapat dicontohkan dengan sebuah kegiatan pembelajaran siswa untuk melatih kesandaran diri, setlah selesai melakikan kegiatan baik materi maupun praktik dibiasakan siswa merapikan kembali peralatan yang dipakai ketempat yang sudah ditentukan. Dari kegiatan ini siswa dapat memperoleh ilmu kedisiplinan, tangungjawab, mandiri dan gotong royong. Kegiatan ini hanya salah satu contoh, sekolah diharapkan mampu berkreasi menemukan budaya positif sekolah yang berpusat pada siswa.

Keterkaitan teori pendidikan kognitivisme pada pendidikan vokasi yaitu siswa dilatih untuk berfikir kritis dimana siswa menemukan sebuah ide-ide ataupun gagasan baru yang diperoleh dari pengetahuan yang di dapat dari belajar. Teori ini menuntut kepada guru untuk merencanakan pembelajaran yang berbasis kepada produk. Dapat dicontohkan dengan kegiatan pembeajaran yang berbasis kepada produk.

Keterkaitan teori pendidikan kostruktivisme pada pendidikan vokasi yaitu mengakui bahwa siswa akan dapat menginterpretasi-kan informasi ke dalam pikirannya, hanya pada konteks pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri, pada kebutuhan, latar belakang dan minatnya. Dapat diconohkan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, pada bagian akhir pembelajaran siswa dibiasakan untuk berefleksi terkait materi yang sudah dipelajari dan mengidentifikasi temuan baru yang di dapat setelah belajar dan sebelum belajar.

Untuk menambah pengetahuan terkait Teori / filosofi pendidikan vokasi di sertakan video yang kami dapat dari cahnnel youtube.



Prinsip teori konektivisme ialah memandang keragaman pendapat sebagai sumber informasi pengetahuan dan pembelajaran. Pembelajaran menjadi proses menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan konteks dalam suatu komunitas, jaringan, atau basis data dengan dukungan teknologi. Prinsip teori ini siswa didorong menemukan berbagai keragaman yang ada menggunakan media teknologi yang sedang berkembang, dari keberagaman tersebut dapat dijadikan informasi yang akan dijadikan sebuah pengambilan keputusan.

Dalam kebiatan pembelajaran agar berjalan efiektif guru sebagai pemimpin pembelajaran memberikan pertanyaan pemantik terkait materi yang akan diajarkan, agar siswa terdorong untuk memberikan barbagai pendapatnya, sehingga dari pendapat tersebut dijadikan landasan unruk mengembangkan materi dan siswa dapar memperoleh informasi yang beragam terkait dengan materi yang sedang dipelajarinya.

Setelah usainya pandami atau pasca pandemi pemerintah membuat kurikulum merdeka belajar yang diharapkan adanya peningkatan mutu kualitas pendidikan, kami sertakan video yang kami dapat dari channel youtube.