Portofolio Pribadi 06

 Kerangka dan Teori

Model Kirkpatrik - Empat Tingkat Evaluasi Pembelajaran


Kerangka dan teori yang dikenal sebagai empat tingkat evaluasi pembelajaran merupakan medel yang dikembangkan oleh Dr. Donald Kirkpatrick yang di kenal sebagai model Kirkpatrik, sering digunakan untuk melakukan analisis dan evaluasi dari kegiatan pelatihan dan Pendidikan. Dengan model ini dapat mengerahui bakat dan hasil dari sebuah pelatihan dan Pendidikan.

Secara umum ke emapt model tersubut yaitu:

1.    Tingkat 1 (Reaksi), mengukur bagaimana peserta bereaksi terhadap pelatihan (misalnya, kepuasan?).

2.    Tingkat 2 (Pembelajaran), menganalisis apakah mereka benar-benar memahami pelatihan (misalnya, peningkatan pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman?).

3.    Tingkat 3 (Perilaku), melihat apakah mereka memanfaatkan apa yang mereka pelajari di tempat kerja (misalnya, perubahan perilaku?)

4.    Tingkat 4 (Hasil), menentukan apakah materi memiliki dampak positif pada bisnis/organisasi.

Dari ke empat model tersebut digambarkan sebagai berikut :

Model Kirkpatrick dapat di implementasikan sebelum, sesudah dan pada saat kegiatan pelatihan dan Pendidikan untuk menunjukan suatu nilai bagi perkembangan pelatihan dan Pendidikan tersebut.\

Model kirkpatrik tentunya dapat diimplementasikan dalam pembelajaran yang bermanfaat untuk peserta didik dan pendidik. Sebagai ilustrasi dapat diuraikan step to step berikut ini:

1.    Tahap 1 (Reaksi)

Pada tahap ini Guru sebagai pemimpin pembelajaran dikelas sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, merencanakan program pembelajaran dengan sistematis yang mencakup capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan sampai asesmen pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar Guru membawakan materi penuh dengan semangat dan dapat membawa suasana yang gembira serta menyenangkan. Metode yang dipilih sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik, sehingga dapat menambah pemahaman balajar peserta didik. Pada akhir pembelajaran Guru memberikan seputar pertanyaan terkait metode pembelajaran yang disampaikan oleh Guru, peserta didik dilatih untuk berani berpendapat sehingga umpan balik yang diperoleh dapat menjadi ukuran dan bahan evaluasi bagi Guru untuk memperbaiki di pertmuan yang akan datang. Dengan demikan peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan pendapat dan merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pembelajaran.

Berikut ini merupakan sebuah video terkait refleksi peserta didik diakhir pembelajaran.



2.    Tahap 2 (Pembelajaran)

Dalam tahap ini Guru sebelum memulai pembelajaran menyusun asesmen diagnostik kepada peserta didik, asesmen diagnostik ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terkait dengan materi yang akan disampaikan, atau dalam bentuk lain seperti melakukan pre-test. Setelah kegiatan pembelajaran selesai Guru menutup dengan melakukan asesmen normative yang melibatkan peserta didik secara langsung, baik dalam bentuk wawancara, tertulis maupun diskusi kelompok, dalam bentuk lain melakukan kegiatan post-test.

Berikut ini merupakan video terkait asesmen diagnosis diawal pembelajaran.



3.    Tahap 3 (Perilaku)

Pada tahap ini Guru melakukan observasi secara continue terhadap peserta didik, Guru dapat membuat jurnal individu peserta didik untuk melakukan monitor perkembangan peserta didik dalam berprilaku dan kemajuan pengetahuan maupun keterampilannya. Proses tersebut dapat dikatakan cukup rumit namun dapat memperoleh data yang valid terkait perkembangan peserta didik. Untuk mengetahui perkembangan peserta didik dapat melalui program akademis yang disusun oleh kurikulum yaitu penilaian tengah semester maupun akhir semester.

Dapat di simak video berikut ini terkait pentingnya mengetahui perkembangan peserta didik.



4.    Tahap 4 (Hasil)

Pada tahap ini peserta didik dapat diukur melalui test yang dilakukan oleh sekolah, baik test praktik untuk mata pelajaran keahlian maupun test tertulis untuk mata pelajaran umum. Dari serangkaian pembelajaran dampai dengan akhir penilaian, hendaknya dilakukan secara akurat, sehingga peserta didik mampu mengetahui kondisi yang ada pada dirinya, yang diharapkan menjadi bahan instropeksi diri dan melakukan perbaikan diri. Pada proses ini peserta didik dan Guru akan memiliki informasi terkait model pembelajaran yang harus dipilih, perkembangan peserta didik dan hasil belajar peserta didik.

Dibawah ini video asesmen dan evaluasi pembelajaran yang dapat menambah referensi.