Dinamika PTK di Indonesia
Mengapa Pemerintah RI perlu melakukan revitalisasi pendidikan Vokasi? Coba kaitkan analisis dengan fenomena bonus demografi dan pengangguran!
Program Revitalisasi pendidikan vokasi direncanakan oleh pemerintah berdasarkan Intrusksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengintruksikan seluruh perangkat pemerintah yang mengurusi SMK di seluruh Indonesia agar melakukan perombakan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dengan memperhatikan permintaan pasar. Dalam Inpres tersebut, revitalisasi SMK adalah salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia yang sudah memasuki era revolusi industri ke-4 yang syarat dengan pemanfaatan teknologi.
Sasaran
program revitalisasi pendidikan vokasi yaitu:
a)
Pengembangan
dan penyelarasan kurikulum.
b)
Pemenuhan
dan peningkatan kompetensi guru.
c)
Kerjasama
industri, Kemendikbud telah bekerja sama dengan 16 DUDI. Program kerja yang
telah dilaksanakan antara lain uji sertifikasi lulusan SMK dan rekrutmen
lulusan SMK oleh industri tersebut.
d)
Peningkatan
akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK.
Program
Revitalisasi SMK fokus mendalami empat bidang keahlian sesuai dengan prioritas
pembangunan nasional pemerintah yaitu di bidang kemaritiman, pariwisata,
pertanian dan ketahanan pangan serta industri kreatif. Keempat bidang ini
dikembangkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat guna
menghadapi persaingan global mendatang.
Program revitalsasi SMK perlu di lakukan untuk menanggulaingi fenomena bonus demografi dan pengangguran khusus untuk lulusan SMK. Dimana Indonesia saat ini memasuki era bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Jika bonus demografi ini dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah, kondisi ini akan menjadi modal penting untuk membangun untuk menuju 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045. Namun, jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi boomerang dan menjadi beban bagi negara.
Terkait bonus demografi dan pengangguran di Indonesia, program revitalisasi SMK pendidikan vokasi harus dikelola dengan serius, fokus, jelas dan memiliki strategi. Sehingga dapat menambah kemampuan dan daya saing SDM yang siap bekerja dan bersaing di DUDI, dengan begitu angka pengangguran akan semakin ditekan serta penduduk Indonesia terserap dengan baik di DUDI.
Kemana arah pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia?
Arah
pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, masih dalam proses berkembang,
sehingga memerlukan waktu dan dukungan dari berbagai pihak untuk terus berjalan
secara efisien, adapun rencana kerja pemerintah tahun 2020 yaitu telah
memprogramkan Visi Indonesia 2045 “Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur”. Program
tersebut tertuang pada kerangka pengembangan rancangan teknokratis RPJMN
2020-2024 yaitu Mewujudkan masyarakat
Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan
di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang
kokoh berlandaskan keunggulan kompetititf di berbagai wilayah yang didukung
oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Dengan tema “Indonesia Berpenghasilan
Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan”. Untuk mencapai
tema tersebut terdapat 5 fokus yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, yaitu:
1.
Fokus
pembangunan manusia
2.
Fokus
pembangunan ekonomi
3.
Fokus
pembangunan kewilayahan
4.
Fokus
pembangunan infrastruktur
5.
Fokus
pembangunan politik, hukum, pertahanan dan keamanan
Apakah Saudara yakin bahwa program revitalisasi pendidikan di Indonesia akan berhasil? Berikan alasan-alasan yang logis, realistis, rasional dan argumentatif!
Program revitalisasi pendidikan di Indonesia akan berhasil apabila :
1) Pemerintah
fokus dengan tujuan dan landasan-landasan direncanakanya program revitalisasi
pendidikan
2) Pemerintah
memanfaatkan teknologi yang berkembang setiap tahunnya untuk menunjang dan
mendukung kegiatan program revitalisasi pendidikan
3) Pemerintah
merencenakan jangka menengah dan panjang sebagai bahan evaluasi pencapaian dari
program revitalisasi pendidikan
4)
Pemerintah
menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan
5) Pemerintah
berkolaborasi dengan DUDI untuk menyelaraskan kurikulum program revitalisasi
pendidikan
6) Pemerintah
melakukan pemerataan fasilitas penunjang untuk praktik sebagai sarana mutlak
terbentuknya SDM yang unggul di masing-masing satuan pendidikan
7) Pemerintah
melakukan pengawasan terhadap satuan pendidikan untuk menjamin kelayakan program
revitalisasi pendidikan
