Portofolio Pribadi 02

Dinamika PTK di Indonesia
 


Mengapa Pemerintah RI perlu melakukan revitalisasi pendidikan Vokasi?  Coba kaitkan analisis dengan fenomena bonus demografi dan pengangguran!

Program Revitalisasi pendidikan vokasi direncanakan oleh pemerintah berdasarkan Intrusksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengintruksikan seluruh perangkat pemerintah yang mengurusi SMK di seluruh Indonesia agar melakukan perombakan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dengan memperhatikan permintaan pasar. Dalam Inpres tersebut, revitalisasi SMK adalah salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia yang sudah memasuki era revolusi industri ke-4 yang syarat dengan pemanfaatan teknologi.

Sasaran program revitalisasi pendidikan vokasi yaitu:

a)    Pengembangan dan penyelarasan kurikulum.

b)   Pemenuhan dan peningkatan kompetensi guru.

c)    Kerjasama industri, Kemendikbud telah bekerja sama dengan 16 DUDI. Program kerja yang telah dilaksanakan antara lain uji sertifikasi lulusan SMK dan rekrutmen lulusan SMK oleh industri tersebut.

d)   Peningkatan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK.

Program Revitalisasi SMK fokus mendalami empat bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional pemerintah yaitu di bidang kemaritiman, pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan serta industri kreatif. Keempat bidang ini dikembangkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat guna menghadapi persaingan global mendatang.

Program revitalsasi SMK perlu di lakukan untuk menanggulaingi fenomena bonus demografi dan pengangguran khusus untuk lulusan SMK. Dimana Indonesia saat ini memasuki era bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Jika bonus demografi ini dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah, kondisi ini akan menjadi modal penting untuk membangun untuk menuju 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045. Namun, jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi boomerang dan menjadi beban bagi negara.

Terkait bonus demografi dan pengangguran di Indonesia, program revitalisasi SMK pendidikan vokasi harus dikelola dengan serius, fokus, jelas dan memiliki strategi. Sehingga dapat menambah kemampuan dan daya saing SDM yang siap bekerja dan bersaing di DUDI, dengan begitu angka pengangguran akan semakin ditekan serta penduduk Indonesia terserap dengan baik di DUDI.


Kemana arah pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia?

Arah pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, masih dalam proses berkembang, sehingga memerlukan waktu dan dukungan dari berbagai pihak untuk terus berjalan secara efisien, adapun rencana kerja pemerintah tahun 2020 yaitu telah memprogramkan Visi Indonesia 2045 “Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur”. Program tersebut tertuang pada kerangka pengembangan rancangan teknokratis RPJMN 2020-2024 yaitu Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetititf di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Dengan tema “Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan”. Untuk mencapai tema tersebut terdapat 5 fokus yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, yaitu:

1.    Fokus pembangunan manusia

2.    Fokus pembangunan ekonomi

3.    Fokus pembangunan kewilayahan

4.    Fokus pembangunan infrastruktur

5.    Fokus pembangunan politik, hukum, pertahanan dan keamanan


Apakah Saudara yakin bahwa program revitalisasi pendidikan di Indonesia akan berhasil? Berikan alasan-alasan yang logis, realistis, rasional dan argumentatif!

Program revitalisasi pendidikan di Indonesia akan berhasil apabila :

1) Pemerintah fokus dengan tujuan dan landasan-landasan direncanakanya program revitalisasi pendidikan

2) Pemerintah memanfaatkan teknologi yang berkembang setiap tahunnya untuk menunjang dan mendukung kegiatan program revitalisasi pendidikan

3) Pemerintah merencenakan jangka menengah dan panjang sebagai bahan evaluasi pencapaian dari program revitalisasi pendidikan

4)   Pemerintah menyusun langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan

5) Pemerintah berkolaborasi dengan DUDI untuk menyelaraskan kurikulum program revitalisasi pendidikan

6) Pemerintah melakukan pemerataan fasilitas penunjang untuk praktik sebagai sarana mutlak terbentuknya SDM yang unggul di masing-masing satuan pendidikan

7) Pemerintah melakukan pengawasan terhadap satuan pendidikan untuk menjamin kelayakan program revitalisasi pendidikan