Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Teknologi Informasi

 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN


Pada ranah pembelajaran, target mutu yang dirancang perlu disesuaikan dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan khusus untuk sekolah-sekolah Muhammadiyah perlu memperhatikan pula target-target yang telah ditetapkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dari tingkat pusat, wilayah sampai daerah. Untuk mencapai target mutu dalam proses pembelajaran, perlu dilakukan langkah-langkah strategis dengan menetapkan berbagai cara dan strategi serta melibatkan semua resources yang tersedia termasuk teknologi infomasi.

Video Berita terkait peningkatan Mutu Pembelajaran, dari TvMU :


Untuk menambah wawasan, video diskusi antar PWNU dengan KEMDIKBUD terkait Memperkuat Mutu Pendidikan Kita.


PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini telah mempengaruhi secara nyata perkembangan cara-cara yang digunakan dalam proses pendidikan. Produk-produk hasil perkembangan teknologi informasi (TI) telah menginvasi secara langsung di hampir seluruh aspek pendidikan, dan memunculkan pergeseran paradigma dalam penyelenggaraan proses belajar dan mengajar (Lustigova & Lustig, 2009). Sekurang-kurangnya terdapat 4 pergeseran paradigma pembelajaran saat ini, yakni (1) dari terpusat pada guru menuju terpusat pada siswa, (2) dari sekedar penyampaian pengetahuan menuju pengembangan kecerdasan multi konteks, (3) dari pengajaran berbasis tempat terbatas menuju belajar berwawasan global, lokal dan individual, dan (4) dari buku teks yang terbatas menuju sumber-sumber belajar yang sangat beragam termasuk pengalaman-pengalaman dari suatu komunitas, belajar berbasis web, ekspos internasional dan materi-materi kelas dunia (Cheng, 2005). Berikut video peningkatan mutu Pendidikan melalui Teknologi Informasi :


APLIKASI DESKTOP VERSUS WEB SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran pada umumnya diimplementasikan ke dalam dua jenis program aplikasi yakni aplikasi desktop dan aplikasi berbasis web. Aplikasi desktop diartikan sebagai program aplikasi komputer yang dapat berjalan secara offline (komputer tidak terhubung ke jaringan internet). Pada aplikasi ini, pengguna memasang program aplikasi pada komputer/laptopnya sesuai dengan sistem operasi yang digunakannya. Dalam menjalankan aplikasi ini, pengguna tidak memerlukan adanya jaringan internet, karena aplikasi dapat berjalan secara offline pada komputernya. Karena bersifat offline, semua file pendukung aplikasi berada pada komputer lokal, sehingga aplikasi desktop dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi web yang berjalan secara online. Selain itu, dengan aplikasi desktop pengguna dapat dengan mudah melakukan perubahan-perubahan pada setting programnya. Namun, dengan menggunakan aplikasi desktop pengguna tidak dapat menjalankannya pada kompter lain karena aplikasi ini harus dipasang dulu programnya di komputer yang akan digunakan untuk menjalankannya. Kekurangan lain dari aplikasi desktop adalah setiap program yang dipasang pada setiap komputer pada umumnya membutuhkan lisensi dari pabriknya, dan hal ini memerlukan biaya. Selain itu, program-program aplikasi desktop pada umumnya memerlukan dukungan perangkat keras dengan spesifikasi yang tinggi sehingga memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan jika pengguna menggunakan aplikasi berbasis web.


INTERNET SEBAGAI BASIS PEMBELAJARAN ONLINE

Internet didefinisikan sebagai jaringan global yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia dengan menggunakan prosedur tertentu. Secara ilustratif jaringan internet dapat digambarkan seperti pada gambar 1 berikut ini.



berikut video dengan tema internet sebagai media belajar:


Terima Kasih Semoga Bermanfaat.