Konsep Pembelajaran Berbasis Kompetensi

KONSEP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

BERBASIS KOMPETENSI


Pendidikan Kejuruan.

Pendidikan kejuruan adalah bagian dari pendidikan yang mencetak individu agar supaya dia dapat bekerja pada kelompok tertentu. (Evan, 1978). Pendidikan kejuruan suatu program yang berada di bawah pendidikan tinggi yang diorganisasi menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja tertentu atau meningkatkan pekerjaan dalam dunia kerja. (Good, 1959)

Pendidikan kejuruan bermaksud menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja tingkat menengah tertentu yang sesuai dengan tuntutan yang dipersyaratkan oleh dunia kerja, dan memberikan bekal kepada peserta didik untuk mengembangkan dirinya.Oleh karena pendidikan kejuruan pada dasarnya mengarahkan peserta didik pada bidang tertentu melalui suatu organisasi , tentulah hasil pendidikan ini dapat dipakai sebagai bekal mencari kehidupan atau nafkah. Pendidikan ini dapat juga dinamakan : ’education for earning a living

Seperti kata Prosser. 1949 bahwa: “education as preparation for society as it is”, yang mengandung arti adanya pembudayaan (alkulturasi), dan tentu saja hal ini berbeda dengan gagasan Dewey. 1900. yakni “education is preparation to change for society” atau pendidikan justru akan merubah masyarakat. Namun di dalam masyarakat pendapat kedua pakar itu dibutuhkan semua. Menurut Slamet PH, bahwa di samping kedua hal tersebut pendidikan juga bertugas untuk menumbuhkan kemampuan untuk beralkurturasi secara kritis.

Muller. 1986 memberikan 8 prinsip pengajaran pendidikan kejuruan, yaitu :

  1. Kesadaran akan karir. Kesadaran akan karir merupakan bagian penting dalam pendidikan kejuruan khusunya pada proses awal pendidikan itu sendiri.
  2. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang menyeluruh dan merpakan bagian dari masyarakat (public system).
  3. Kurikulum dalam pendidikan kejuruan berdasarkan atas kebutuhan-kebutuhan dunia kerja/dunia industri.
  4. Jabatan atau pekerjaan dalam kelompok/keluarga sebagai salah satu pengembangan kurikulum pendidikan kejuruan khususnya pada tingkat menegah.
  5. Inovasi merupakan bagian yang sangat ditekankan dalam pendidikan kejuruan.
  6. Seseorang dipersiapkan untuk dapat memasuki dunia kerja melali pendidikan kejuruan.
  7. Keselamatan merupakan unsur penting dalam pendidikan kejuruan.
  8. Pengawasan dan meningkatan pengalaman okupasi/pekerjaan dapat diberikan melalui pendidikan kejuruan. 

Pendidikan kejuruan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Karena itu peran sertanya dalam memberikan pelayanan bagi semua warga masyarakat pada berbagai usia kerja dalam kaitannya dengan berbagai kebiatan/bidang usaha, merupakan suatu keharusan dan kebutuhan nasional. Pelayanan pendidikan kejuruan yang efektif dan berhasil secara nasional akan turut meningkatkan taraf dan mutu kehidupan individu dalam aspek-aspek social , ekonomo, dan politik, baik tingkat daerah maupun nasional.

Pendidikan kejuruan dapat merupakan pendidikan yang efektif bilamana dapat memenuhi criteria, sebagai berikut:

  1. mensyaratkan siswa yang telah mampu membaca dan menulis dan bermotivasi menjadi warga negara yang baik.
  2. pendidikan kejuruan sangat tepat diberikan pada tingkatan lanjutan atas, dengan tidak menutup kemungkinan untuk diberikan pada tingkat sebelumnya.
  3. pendidikan kejuruan tepat diberikan kepada lulusan SLTA yang ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan, di bidang pekerjaan tertentu.
  4. pendidikan kejuruan sangat baik bagi para pemuda dan orang dewasa yang sudah bekerja untuk mengembangkan keterampilan baru atau utnuk meningkatkan keterampilan yang telah dimilikinya.
  5. pendidikan kejuruan dapat menyediakan program khusus para pemuda atau orang dewasa yang memerlukan keterampilan khusus.
  6. pendidikan kejuruan harus mengembangkan standar input, yang terdiri dari : Siswa : harus mempunyai sikap, bakat, kemampuan, dan motivasi untuk berhasil dalam program. Guru : harus mendapatkan latihan yang cukup, pengalaman dan pengetahuan teknologi serta cara mengajar keterampilan. Alat : harus sesuai dengan peralatan yang tersedia di lapangan kerja. Materi Pelajaran : harus lengkap dan memadai.
  7. pendidikan kejuruan dapat mengembangkan standar output yang terdiri dari: pengetahuan dan keterampilan khusus, Penampilan di bidangnya. dan Kemampuan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.
  8. program pendidikan kejuruan adalah realistic dan berkaitan dengan pasaran kerja (teknik, industri, managemen, ekonomi, administrasi jasa, dllnya.

Untuk menambah pengetahuan pendidikan kejuruan dan teknologi, simak video obrolan yang sangat menarik terkait kurikulum merdeka dalam implementasi pendidikan kejuruan dan teknologi.


Pembelajaran Berbasis Kompetensi (CBT)

Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukandengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasilpembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukurdalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

Konsep pembelajaran berbasis kompetensi mensyaratkan dirumuskannyasecara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan peserta didik setelahmengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan tolok ukur pencapaian kompetensimaka dalam kegiatan pembelajaran peserta didik akan terhindar dari mempelajarimateri yang tidak perlu yaitu materi yang tidak menunjang tercapainyapenguasaan kompetensi.

Pencapaian setiap kompetensi tersebut terkait erat dengan sistem pembelajaran.Dengan demikian komponen minimal pembelajaran berbasis kompetensi adalah:

a.  pemilihan dan perumusan kompetensi yang tepat.

b.  spesifikasi indikator penilaian untuk menentukan pencapaian kompetensi.

c. pengembangan sistem penyampaian yang fungsional dan relevan dengankompetensi dan sistem penilaian.

Terkait dengan aspek pembelajaran, Depdiknas (2002) menyatakan bahwapembelajaran berbasis kompetensi memiliki lima karakteristik sebagai berikut: (1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi peserta didik baik secara individumaupun klasikal. (2) Berorientasi pada hasil belajar dan keragaman. (3)Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yangbervariasi. (4) Sumber belajar bukan hanya dosen tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. (5) Penilaian menekankan pada prosesdan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian kompetensi.

Karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi tersebut menuntutdosen/guru untuk selalu berinovasi dan berimprovisasi dalam menentukan metodedan strategi pembelajaran yang sesuai. Dalam proses pembelajaran yang banyakmengalami kendala, dosen/guru dituntut untuk mencari dan menemukanpendekatan baru yang efektif dan efisien. Namun pada saat ini guru/dosen dinilaimasih kurang memilki bekal pengetahuan didaktik, metodik, materi dankreativitas dalam pembelajaran (Dedi Supriyadi, 2001). Dalam kondisi seperti inimaka pemilihan model pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuandosen, dan tidak memberatkan pekerjaan dosen.

Prinsip-prinsip tersebut di atas sesuai dengan teori pendidikan kejuruan yang dikenal dengan Enam Belas Teori Prosser (Prosser dan Allen, 1952), tiga diantaranya adalah sebagai berikut :

a.     Pendidikan vokasi/kejuruan yang efektif hanya dapat diberikan jika tugaslatihan dilakukan dengan cara, alat, dan mesin yang sama seperti yangditerapkan di tempat kerja;

b.   Pendidikan vokasi/kejuruan akan efektif jika individu dilatih secara langsungdan spesifik untuk membiasakan bekerja dan berfikir secara teratur;

c. Menumbuhkan kebiasaan kerja yang efektif kepada siswa akan terjadi hanya jika pelatihan dan pembelajaran yang diberikan berupa pekerjaan nyata danbukan sekedar latihan.

 

Beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk penyiapantenaga kerja pada pendidikan vokasi/kejuruan antara lain : 1) Pembelajaran siswaaktif, 2) Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, 3) Pembelajaran kooperatifdan kolaboratif, 4) Pembelajaran discovery-learning, 5) Pembelajaran tematik(proyek/tugas), 6) Pembelajaran problem-solving, dan 7) Model pembelajaran berbasis teknologi informasi.


Sebagai penutui dalam artikel diatas, kami sediakan video  Bincang inspiratif Mendikbud dengan Dirjen Vokasi pada Lokakarya Kepala SMK.


Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.